Tewas Menanti Jemputan Suami, “Mamaku Mati… Mamaku Mati…” Teriak si anak usia 5 tahun.

Nasib iba dialami seorang wanita dan anaknya. Wanita yang diperkirakan berusia 44 tahun tersebut ditemukan terbujur kaku di dalam rumah kosong di Jalan PM Noor, Sempaja Timur, Samarinda Utara, Selasa (13/12) malam.

Wanita tersebut belakangan diketahui bernama Rahmi. Saat ditemukan, Rahmi sudah dalam keadaan terlentang dengan mata terbuka. Rahmi mengenakan celana panjang motif loreng dan baju rajutan lengan panjang.

Rahmi merupakan warga Jalan Lambung Mangkurat, Gang Rahmat 2, RT 17, No 26, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir. Warga baru mengetahui Rahmi meregang nyawa setelah anaknya yang diperkirakan berusia 5 tahun mendadak histeris di jalan raya. “Mamaku mati… Mamaku mati…” ujar bocah tersebut.

Kontan saja teriakan bocah malang ini memancing perhatian warga sekitar.

“Saya dengar anak itu teriak-teriak di jalanan. Mamaku mati… ‘Mamakku mati…’ Kami langsung ke lokasi rumah itu,” kata Salimah, warga sekitar kepada Sapos, Selasa (13/12) pukul 19.00 Wita.

Mendengar teriakan tersebut, warga bergegas menuju lokasi dengan diantarkan bocah tersebut. Alangkah terkejutnya saat pintu dibuka.

Warga telah mendapati Rahmi terbujur kaku di lantai rumah dengan beralaskan kelapa tua yang berhamburan.

Di sekitar lokasi Rahmi nampak tumpukan baju. Ada juga boneka beruang berukuran besar. Termasuk selimut berada di dekat tubuhnya.

Dari Informasi yang dihimpun Sapos, Rahmi merupakan warga pendatang di kawasan itu. Dia sudah berada di sekitar lokasi rumah tersebut empat hari terakhir. Saat datang, Rahmi membonceng seorang bocah berusia 5 tahun dengan mengendarai motor Yamaha hitam bernomor polisi KT 4371 I.

“Saat datang sekitar sore hari dan berhenti di depan rumah kosong tersebut. Kami kira sekedar singgah atau bagaimana,” tambah Salimah.

Namun selang malam hari, warga melihat Rahmi dan anaknya tidur di depan rumah kosong dengan beratap terpal. Keesokan harinya warga yang kebetulan melintas melihat Rahmi beserta bocah itu lagi.

“Saat kami hampiri, tidak banyak yang diucapkan. Dia (Rahmi) bilang menunggu suami. Dan tinggalnya di sana,” tambahnya lagi. Warga pun iba dengan kondisi Rahmi dan anaknya tersebut.

Warga sempat memberikan makan dan minum. Dan sesekali menghampiri untuk sekedar menjenguk saja. Mirisnya, saat ditanya di mana tempat tinggalnya dengan maksud agar diantar warga, Rahmi menolak menjawab.

“Katanya nanti suamiku yang menjemput,” kata Salimah seperti yang diutarakan Rahmi. Mengatahui kondisi demikian warga sepakat untuk mendobrak pintu rumah kosong tersebut dan meminta Rahmi dan anaknya untuk tinggal di dalam saja.

“Kami kasihan melihat mereka tidur di depan rumah saat malam hari. Apalagi sama anaknya. Badannya saja sampai bentol-bentol digigit nyamuk,” ucap Rustam, ketua RT setempat.

Menurut Rustam, kondisi Rahmi memburuk saat hari ketiga tinggal di dalam rumah kosong itu. Tubuhnya lemas. Bahkan Rahmi sudah tidak dapat berdiri.

Sesekali menyeret tubuhnya dengan dibantu kedua tangan hanya untuk keluar dari pintu rumah.

“Terakhir saya melihat ibu itu kemarin lusa (Senin). Dia keluar dan duduk di depan rumah. Wajahnya pucat pasi. Sedangkan anaknya bermain di depannya,” imbuh Rustam.

Malam itu juga jasad Rahmi dibawa ke RSUD AW Sjahranie. Setelah ditunggu beberapa jam, sanak saudara Rahmi akhirnya datang dan mengambil jenazah keluarganya itu untuk dimakamkan.

Sedangkan anaknya dijemput pihak keluarga di salah satu rumah pegawai Dinas Sosial (Dinsos) Kaltim.

Kapolsekta Samarinda Utara Kompol Erick Budi Santoso melalui Kanit Reskrim Ipda Wawan Gunawan mengatakan, tidak ditemukan tindak kekerasan di tubuh Rahmi.

”Kuat dugaan korban meninggal karena sakit. Jenazah sudah diambil pihak keluarga untuk segera dimakamkan,” kata Wawan.

Sumber samarinda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *