EMPAT TEORI YANG DI KAITKAN TENTANG KARAMNYA KAPAL KARGO OURANG MEDAN DI SELAT MELAKA YANG MEMBUNUH KESEMUA KREW KAPAL. CUBA KORANG TENGOK TEORI KE EMPAT !!

SS Ourang Medan adalah sebuah kapal kargo milik Pemerintah Belanda yang terakhir diketahui berlayar dan akhirnya tenggelam di Selat Malaka pada tahun 1948. Walaupun bernama SS Ourang Medan, namun tidak diketahui tentang catatan sejarah, catatan pembuatan, asal atau tujuan kapal tersebut.

Jika diamati dari namanya, “Ourang Medan” memiliki ertian ebih kurang orang yang berada atau berasal dari Medan, Sumatera.

Kenyataannya seperti dilansir dari Indocropcircle, baik dari pihak Indonesia atau juga Pemerintah Belanda, tidak ada catatan atau info tentang pemilikan dari SS Ourang Medan tersebut.

Pada hari yang sama ketika SS Ourang Medan itu tenggelam, beberapa saat sebelum karam, ada banyak sekali kapal di perairan itu yang tiba-tiba menerima signal OS dalam bentuk sandi morse yang berasal dari SS Ouran Medan. Bahkan singnal morse itu dapat ditangkap oleh pos pantau milik Belanda dan Inggeris di Selat Malaka.

Dalam signal SOS tersebut memberitahu pesan, SOS dari Ourang Medan … kami mengapung. Semua perwira termasuk kapten meninggal. Mungkin kini seluruh kru meninggal .. Setelah pesan tersebut, pesan terakhir dari sang pengirim yang mengaku berada di atas SS Ourang Medan adalah “Aku mati…” dan tidak ada pesan lanjutan lagi.

Sesaat setelah menerima singnal SOS tersebut, satu kapal bendera Amerika Serikat yang paling dekat dengan lokasi SS Ourang Medan, SS Silver Star, segera menuju ke tempat di mana kapal tersebut berada setelah mengirimkan sandi morse balasan, namun tidak mendapatkan balasan. Setelah terlihat, kapten kapal SS Silver Star segera membentuk pasukan khusus untuk memberikan bantuan.

 

Namun, sesampai di atas kapal, para awak dari SS Silver Star terkejut kerana mereka tidak menemukan krew kapal yang hidup dan hanya melihat banyak mayat bergelimpangan di dek dan anjungan kapal SS Ourang Medan itu, termasuk bangkai anjing kapal yang ditemukan di antara mereka yang sudah meninggal.

 

Menurut kru SS Silver Star, mayat-mayat tersebut terlihat seperti sedang ketakutan, kulitnya pucat, gigi rapat namun kedua bibirnya terbuka, mata melotot dan lengan terjulur seperti sedang mencengkeram sesuatu untuk menghalau hal yang di depannya.

Selain menemui mayat-mayat dengan ekspresi wajah yang menyeramkan dan terlihat sedang ketakutan, ketika berada di dalam kapal tersebut, para krew SS Silver Star merasakan udara yang sangat dingin padahal di luar, suhu udara mencapai 43 darjah Celcius. Sebahagian besar mayat yang bergelimpangan tersebut seperti sedang tertumpu pada satu titik sebelum mereka meninggal.

Sesaat sebelum meninggalkan kapal, krew penyelamat dari SS Silver Star sempat melakukan pemeriksaan tanda-tanda kekerasan di sekitar kapal SS Ourang Medan ataupun di tubuh para krew kapal, namun tidak ditemukan adanya tanda-tanda tersebut. Tidak ada darah ataupun bekas perkelahian yang terjadi.

Oleh kerana tidak ada orang yang masih hidup di atas kapal SS Ourang Medan, maka team penyelamat memutuskan untuk menarik kapal itu ke pelabuhan dengan mengikatkan seutas tambang besar di haluannya dan disambungkan ke kapal SS Silver Star.

Sesaat setelah para krew SS Silver Star keluar dan kembali ke kapal mereka, tiba-tiba terlihat asap naik dari lambung kapal SS Ourang Medan dan dalam sekejap api membesar dari bagian kargo kapal. kerana panik dan takut menjadi korban dari terbakarnya SS Ourang Medan itu, para krew akhirnya memutuskan tali pengikat yang mengikat di kapal SS Silver Star dan berusaha menjauh dari kapal aneh yang sedang terbakar hebat itu.

Ketika semua tim penyelamat kembali ke SS Silver Star, tiba-tiba terdengar ledakan kuat dari arah SS Ourang Medan dan kapal itupun karam di Selat Malaka. Sesaat setelah matinya para kru sampai dengan meledak dan karamnya SS Ourang Medan itu terdengar dan beritanya dimaklumkan di berbagai media di dunia, banyak spekulasi yang bermunculan dan penelitian dilakukan untuk menyelesaikan dan mencari sebab kematian para kru serta tenggelamnya kapal kargo misteri itu.

 

Teori Pertama

Teori pertama adalah para kru SS Ourang Medan mengalami keracunan zat kimia yang mereka bawa. Teori ini dilontarkan oleh penyelidik di bidang pelayaran, Bainton dan Buklet Mielke. Mereka berdua beranggapan bahwa SS Ourang Medan sedang berusaha menyelundukan bahan kimia berbahaya yang dapat membunuh orang seketika dan gas tersebut bocor yang kemudian membunuh seluruh kru kapal.

Teori Kedua

Teori kedua adalah terjadinya kerosakan pada bahagian pengwapan di SS Ourang Medan yang menyebabkan gas karbon dioksida menompok dan keluar sehingga meracuni seluruh kru. Tidak hanya membunuh kru kapal, gas karbondioksida tersebut juga menjadi penyebab meledaknya kapal.

Teori Ketiga

Teori ketiga adalah terdapatnya gas metana yang keluar dari retakan di dasar lautan yang meracuni awal kapal dan juga membuat SS Ourang Medan meledak.

Teori Keempat

Teori keempat adalah seperti yang diungkapkan oleh seorang penulis dan peneliti UFO bernama Morris K Jessup. Dia mengungkapkan bahawa adanya serangan dari makhluk luar angkasa dan membuat para kru mati dengan ekspresi wajah ketakutan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *